|
Krisis
moneter pertengahan tahun 1997 yang berlanjut dengan reformasi di
bidang sosial-politik telah membawa bangsa Indonesia berjalan dalam
krisis multidimensi. Tak heran jika perkembangan di berbagai sektor
pun cenderung jalan di tempat bahkan kian terpuruk ke dalam stagnasi.
Ditengah
gejolak yang oleh sementara kalangan disebut sebagai proses demokrasi
bangsa, umat kristiani disadarkan bahwa keadaan ini tidaklah terlepas
dari peran mereka sebgai bagian dari bangsa Indonesia.
Kita
percaya, untuk keluar dari kemelut ini kita harus memiliki pemimpin-pemimpin
dan tokoh-tokoh kristiani yang memiliki wawasan dan pemahaman yang
utuh terhadap masyarakatnya. Pemimpin-pemimpin yang dapat memberdayakan
dan memberi motivasi kepada masyarakat.
Tokoh-tokoh
kristiani yang menjalankan misi kristus di tengah masyarakat, adalah
bagian dari para pemimpin tersebut. Namun dituntut dari mereka bahwa
: " Misi Kristus harus dijalankan secara holistik. " Yakni
nilai-nilai kerajaan Allah merasuki semua aspek masyarakat (sosial,
budaya, hukum, politik. ekonomi, dll.)
Dengan
demikian, pengetahuan dan pendidikan teologi haruslah diperlengkapi
denga pendidikan lainnya agar pemahaman holistik dapat memadai.
Dengan maksud inilah maka ICDS hadir. "Memperlengkapi para
pemimpin kristiani untuk siap menjdi agen pembaharu di tengah masyarakat."
Sejarah
Singkat
Banyak Pengamat
masalah sosial, ekonomi dan politik yang menafsirkan krisis ekonomi
yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1997 dan situasi sosial
politik yang kacau, adalah akibat dari kesalahan pemerintahan Orde
Baru dalam menentukan kebijakan pembangunan dan menerapkan pola
pemerintahan yang sentralistis. Pemahaman ini mengundang seluruh
komponen bangsa untuk memikirkan kembali bagaimana negara Indonesia
akan ditata dan kebijakan pembangunan yang seharusnya diterapkan.
Konteks ini merupakan salah satu pendorong berdirinya Lembaga
Studi Pembangunan dan Kemasyarakatan (LSPK) pada tahun
1999, atau dalam bahasa Inggris Institute for Community
and Development Studies (ICDS) menjadi lembaga pengkajian.
ICDS terpanggil untuk menjadi fasilitator dan pusat pengembangan
sumber daya bagi kalangan akademis, praktisi dalam bidang sosial,
ekonomi dan politik, khususnya masyarakat kristen untuk menunaikan
tugasnya ditengah-tengah masyarakat.
LSPK mendeteksi adanya suatu
peningkatan "kesadaran misi" yang sangat besar pada gereja-gereja
di Indonesia. Peningkatan kesadaran misi ini masih belum diimbangi
dengan kualitas akademis dan profesionalitas dari lembaga-lembaga
yang memposisikan diri untuk mempersiapkan pekerja-pekerja yang
mempunyai wawasan misi yang holistik. Kebutuhan akan lembaga pendidikan
misi yang secara akademis dan profesional dapat diandalkan, sangat
terbatasnya jumlah pemimpin misi yang berwawasan holistik (utuh),
dan perlunya disiapkan pendidik/pengajar yang secara akademis berkualitas
dan profesional telah mendorong LSPK untuk mengambil peran serta
dalam bidang pendidikan melalui Institut Studi Pembangunan dan Kemasyarakatan
(LSPK).
Selain melalui pendidikan
LSPK juga hadir untuk menjadi fasilitator dan memberikan dukungan
bagi gereja, lembaga-lembaga teologia-misi, pemimpin-pemimpin Kristen
dan masyarakat Kristen pada umumnya untuk terlibat di dalam penelitian,
pengkajian, publikasi dan program-program pelayanan masyarakat yang
berkaitan dengan misi yang holistik dan kontekstual.
|
Visi
(Vision)
LSPK/ICDS
Akan menjadi referensi utama bagi keterlibatan Gereja dalam misi
holistik.
ICDS
is to be a reliable and distinguish reference for holistic mission
studies and research.
Misi
(Mission)
Sebagai perwujudan "
Terang dan Garam Dunia" LSPK/ICDS akan :
-
Memperlengkapi
para pemimpin Kristen dalam misi holistik.
Equipping
Christian leaders with holistic mission
-
Memfasilitasi
gereja dengan data dan informasi untuk terlibat dalam misi holistik.
Facilitating Churches with data and information
to engage in a holistic mission
-
Mempromosikan
misi holistik diantara gereja-gereja di Indonesia.
Promoting holistic mission for Churches in Indonesia
Nilai (Values)
- Nilai-nilai akademik yang
dikembangkan, antara lain :
- Budaya Riset.
Culture
of integrated research
- Kualitas akademis yang didasari nilai-nilai
Alkitabiah.
Biblical
based -Academic achievement
- Produktif dalam menulis di media massa.
Actively
writing articles and works in transformational aspects
- Wawasan kebangsaan dan kepedulian sosial
yang tinggi.
Social
awareness and involvement
- Komitmen rohani yang tebal.
Spiritual
life commitment
|